|
Kami IRSSI sebuah lembaga swadaya masyarakat yang bergerak dalam bidang riset strategis dan siberbetis sosial, menyediakan
jasa riset beragam dan menggunakan metode-metode mutakhir, dengan paket produk utama: 1. Paket Produk Penelitian Perilaku
Pemilih 2. Paket Produk Penelitian Desain Strategis Persaingan Antar Partai 3. Paket Produk Penelitian Desain Strategis
Persaingan Antar Kandidat Calon Kepala Daerah dan Calon Presiden 4. Paket Produk Penelitian Optimalisasi Kinerja Kelembagaan
Birokrasi 5. Paket Produk Penelitian Riset Pasar (Market Research). Kami bersedia untuk dikontrak oleh Lembaga maupun
Person.
Special Offer
Penjelasan Per Paket Produk.
Produk Paket Penelitian Perilaku Pemilih
A. Pendahuluan Perilaku pemilih adalah
variabel penting yang sering dijadikan sebagai alat untuk mengetahui secara detail dan jelas gambaran menyeluruh mengenai
apa saja yang menjadi faktor-faktor penting yang menentukan pilihan masyarakat dalam Pemilihan Umum.
Dalam studi-studi
analitik atas masalah kenapa seorang pemilih memilih partai politik atau calon tertentu, tujuh faktor biasanya dicermati:
1. agama, 2. kelas sosial, 3. kelompok etnik atau suku bangsa, 4. hubungan patron-klien atau keterikatan dengan
tokoh informal lokal, 5. ketertarikan terhadap tokoh/figur nasional, 6. identifikasi diri dengan partai politik tertentu,
7. serta evaluasi subjektif terhadap keadaan ekonomi pemilih dan ekonomi nasional (retrospective voting).
Dari
tujuh faktor ini, dua faktor pertama paling sering digunakan dalam studi tentang pemilih Indonesia. Selebihnya belum berkembang,
dan studi ini merupakan rintisan ke arah studi analitik dengan membandingkan kekuatan relatif ketujuh faktor tersebut dalam
menjelaskan kenapa seorang pemilih memilih partai politik tertentu.Dan seringkali ketujuh faktor tersebut dikenal sebagai
indikator bagi variabel perilaku pemilih.
Penelitian ini akan memberikan kesimpulan eksplanatif dan rekomendatif (solusi)
yang akan menjadi jawaban untuk pertanyaan klien; "Sebesar apa kans saya untuk dapat memanfaatkan konstelasi perilaku
pemilih yang terdapat di masyarakat saat ini?"
B. Metode Penelitian Dalam paket penelitian ini digunakan
metode penelitian deskriptif analisis yang menggunakan sarana pelaksanaan survai sebagai teknik pengumpulan data. Kemudian
data yang terkumpul dianalisis dan dideskripsikan, selanjutnya hasil-hasil analisis (dengan menggunakan pendekatan deskriptif
analisis), dianalisis ulang dengan menggunakan metode Explanatory Data Analysis.
C. Metodologi Survai Survai dilakukan
dengan menggunakan teknik pembagian kuesioner (daftar pertanyaan) kepada responden. Responden ditentukan dengan menggunakan
teknik multistage random sampling. Dalam penelitian ini digunakan 2 jenis pendekatan dalam pembuatan kuesioner, yaitu pendekatan
normatif dan simbolik-interaksionalism. Pendekatan pertama membangun kuesioner dengan menggunakan teori-teori (hasil penelitian
ilmiah di bidang perilaku pemilih) yang telah teruji sebagai indikator-indikator, yang kemudian indikator ini digunakan sebagai
pengarah bentuk-bentuk dan substansi poin-poin pertanyaan di dalam kuesioner. Kemudian pendekatan simbolik-interaksionism,
digunakan untuk menghindari kemungkinan telah menggumpalnya jenis persepsi perilaku politik tertentu dalam benak responden
yang nota bene pemilih dengan menyusun kuesioner yang tidak langsung mengarah kepada masalah yang diteliti, akan tetapi lebih
kepada simbol-simbol tertentu yang mewakili realitas indikator-indikator penelitian.
D. Hal-hal Penting yang akan terjawab
Melalui Pelaksanaan Penelitian ini: 1. Persentase, sebaran, kedalaman, keluasan komposisi pemilih perwilayah 2. Faktor-faktor
yang mendasari mengapa seseorang memilih Partai atau tokoh tertentu 3. Faktor-faktor yang seringkali membuat seorang pemilih
akhirnya memutuskan untuk merubah pilihan partai atau tokohnya 4. Karakteristik Partai dan Tokoh Ideal dalam persepsi pemilih 5. Isu-isu
yang paling mendapat perhatian pemilih sehubungan dengan fungsi partai dan tokoh politik 6. Partai-partai favorit dan karakteristiknya
berdasarkan indikator perilaku pemilih, berdasarkan ruang-wilayah pemilih, berdasarkan indikator fungsi kepartaian dan peran
tokoh politik, berdasarkan indikator ekspektasi pemilih tentang partai dan tokoh politik
Produk
Paket Penelitian Desain Strategis Persaingan Antar Partai A. Pendahuluan Kebijakan demokratisasi di Indonesia, telah
mengkondisikan tumbuh-suburnya iklim multi partai dalam sistem demokrasi politik nasional. Implikasi lebih lanjut dari kondisi
ini adalah setiap partai harus siap untuk bertahan dan mampu mengoptimalkan kinerja dan eksistensinya agar dapat menjadi yang
bertahan dan terunggul diantara sekian banyak partai lainnya. Belum lagi setiap musim pemilu tiba, maka akan ada banyak partai
baru yang menominasikan diri sebagai peserta.
Ada banyak teori yang sering digunakan sebagai dasar penjelasan dan kaca
mata dalam melihat optimal tidaknya kinerja partai politik, yang paling populer adalah teori mengenai fungsi partai politik. Sehingga
secara mendasar, secara teori diketahui bahwa suatu partai adalah optimal kinerjanya (berdampak pada peningkatan prestasi
keunggulan) jika mampu mengoptimalkan fungsi-fungsinya, yaitu; 1. Sosialisasi politik; sejauhmana partai mampu mengkondisikan
terciptanya pembentukan sikap dan orientasi politik warga masyarakat. 2. Rekrutmen politik; sejauhmana partai mampu mengkondisikan
terciptanya pemilihan serta pengangkatan seseorang atau sekelompok orang untuk melaksanakan sejumlah peranan dalam sistem
politik pada umumnya dan pemerintahan pada khususnya. 3. Partisipasi politik; sejauhmana partai mampu melibatkan masyarakat
biasa dalam mempengaruhi proses pembuatan dan pelaksanaan kebijakan umum dan dalam ikut menentukan pemimpin pemerintahan. 4. Pemandu
kepentingan; sejauhmana partai mampu menampung, menganalisis, dan memadukan berbagai kepentingan yang berbeda bahkan bertentangan
menjadi beberapa alternatif kebijakan umum, kemudian diperjuangkan dalam proses pembuatan dan pelaksanaan keputusan politik 5. Komunikasi
politik; sejauh mana partai mampu mengkondisikan terciptanya penyampaian informasi politik kepada masyarakat dari pemerintah
dan sebaliknya. 6. Pengendalian konflik; sejauhmana partai mampu mengendalikan konflik melalui dialog dengan pihak-pihak
yang berkonflik. 7. Fungsi partai politik menurut UU No. 2/1999 tentang Pemilu; a. melaksanakan pendidikan politik dengan
menumbuhkan dan mengembangkan kesadaran atas hak dan kewajiban politik rakyat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara b. menyerap,
menyalurkan dan memperjuangkan kepentingan masyarakat dalam pembuatan kebijakan negara melalui mekanisme badan-badan permusyawaratan/perwakilan
rakyat c. mempersiapkan anggota masyarakat untuk mengisi jabatan-jabatan politik sesuai dengan mekanisme demokrasi
Tapi
terlepas dari semua itu, dalam paket penelitian ini digunakan pendekatan strategis (pencarian keunggulan) dan sibernetis (kontrol
variabel untuk mempengaruhi peristiwa), karena tujuan utama dari pelaksanaan paket penelitian ini adalah untuk menjawab pertanyaan
klien; "Bagaimana peta persaingan antara partai, apa saja partai favorit masyarakat dan faktor penyebabnya, faktor-faktor
kelemahan dan kekuatan partai yang ada beserta rankingnya, dan yang terpenting bagaimana dan apa yang harus dilakukan partai
saya untuk dapat mempengaruhi konstelasi persaingan antar partai, atau bagaimana dan apa yang harus partai saya lakukan agar
dapat menjadi unggul dan yang terunggul, apa saja kebutuhan untuk pengkondisian ini, dan memakan berapa lama waktu?"
B.
Metode Penelitian Dalam paket penelitian ini digunakan metode penelitian deskriptif analisis yang menggunakan sarana pelaksanaan
survai sebagai teknik pengumpulan data. Kemudian data yang terkumpul dianalisis dan dideskripsikan, selanjutnya hasil-hasil
analisis (dengan menggunakan pendekatan deskriptif analisis), dianalisis ulang dengan menggunakan metode Explanatory Data
Analysis.
C. Metodologi Survai Survai dilakukan dengan menggunakan teknik pembagian kuesioner (daftar pertanyaan)
kepada responden. Responden ditentukan dengan menggunakan teknik multistage random sampling. Dalam penelitian ini digunakan
2 jenis pendekatan dalam pembuatan kuesioner, yaitu pendekatan normatif dan simbolik-interaksionalism. Pendekatan pertama
membangun kuesioner dengan menggunakan teori-teori (hasil penelitian ilmiah di bidang perilaku pemilih) yang telah teruji
sebagai indikator-indikator, yang kemudian indikator ini digunakan sebagai pengarah bentuk-bentuk dan substansi poin-poin
pertanyaan di dalam kuesioner. KEmudian pendekatan simbolik-interaksionism, digunakan untuk menghindari kemungkinan telah
menggumpalnya jenis persepsi perilaku politik tertentu dalam benak responden yang nota bene pemilih dengan menyusun kuesioner
yang tidak langsung mengarah kepada masalah yang diteliti, akan tetapi lebih kepada simbol-simbol tertentu yang mewakili realitas
indikator-indikator penelitian.
D. Hal-hal Penting yang akan terjawab Melalui Pelaksanaan Penelitian ini: 1. Partai
Favorit Masyarakat 2. Karakteristik pemilih berdasarkan partai 3. Karakteristik pemilih berdasarkan ruang 4. Perbandingan
ranking antara partai favorit menurut masyarakat dan menurut hasil pemilu 2004 5. Ranking partai per ruang 6. Ranking
partai per variabel fungsi partai 7. Faktor-faktor yang menentukan persepsi pemilih mengenai citra partai 8. Faktor-faktor
yang menentukan efisiensi dan efektifitas kinerja kelembagaan partai 9. Faktor-faktor penting dalam pola hubungan antara
elit partai dan anggota partai 10. Faktor-faktor penting dalam pola hubungan antara elit partai dan fraksi 11. Faktor-faktor
penting dalam pola hubungan antara elit partai dan anggota dewan 12. Faktor-faktor penting dalam pola hubungan antara anggota
dewan dan masyarakat 13. Faktor-faktor penting dalam pola hubungan antara partai dan konstituen 14. Faktor-faktor kekuatan
dan kelemahan partai berdasarkan ranking partai 15. Faktor-faktor kekuatan dan kelemahan partai berdasarkan persepsi pemilih 16. Simulasi
hasil analisis eksplanatori persaingan bebas antara partai-partai 17. Simulasi eksplanatori analitik terhadap persaingan
partai-partai secara terkontrol 18. Simulasi optimalisasi model kinerja partai berdasarkan perbandingan antara partai-partai 19. Simulasi
optimalisasi model kinerja partai berdasarkan dinamika partai-partai 20. Peta kontrol (prasyarat) bagi partai untuk mencapai
kondisi optimal dalam persaingan dengan partai-partai lainnya
Produk
Paket Penelitian Riset Pasar (Market research) A. Pendahuluan Persaingan antar produsen baik itu industri maupun perusahaan
semakin ketat. Persaingan tidak lagi semata-mata masalah kualitas produk tetapi sudah mejadi masalah strategi. Sebuah strategi
persaingan yang utuh padu sistematis dan logis serta dibangun diatas dasar informasi yang akurat mengenai peta dan dinamika
persaingan, perilaku pesaing dan lingkungan (kondisi) pasar (Vella & McGonagle, 1987). Berikutnya validitas penelitian pasar
sangat tergantung kepada kemampuan tim riset untuk menemukan informasi akurat mengenai banyak hal seperti; 1. tren-tren
industri, 2. tren-tren hukum dan regulasi, 3. tren-tren internasional, 4. perkembangan teknologi, 5. perkembangan
politik dan kondisi ekonomi.
Kekuatan relatif dari para kompetitor (pesaing) dapat dinilai secara akurat hanya dengan
memadukannya dengan faktor-faktor yang telah disebutkan sebelumnya di atas. Dalam situasi dimana terjadi peningkatan
kompleksitas dan ketidakpastian lingkungan bisnis, faktor-faktor eksternal diasumsikan menjadi faktor yang paling besar dan
signifikan peran dan dampaknya dalam mengkondisikan perubahan organisasional. Sehingga kelebihan dari nilai informasi yang
didapatkan satu perusahaan terhadap perusahaan pesaing lainnya sangat ditentukan oleh posisinya dalam keterkaitannya dengan
faktor-faktor lingkungan yang disebutkan di atas.
Data ditemukan melalui kekuatan organisasional perusahaan dalam
penjualan, pengguna atau konsumen, periodisasi industri, materi-materi promosi kompetitor, staf riset perusahaan pesaing,
analisi terhadap produk pesaing, laporan tahunan perusahaan pesaing, performa perdangangan dan jaringan distribusinya.
B.
Metode Penelitian Dalam paket penelitian ini digunakan metode penelitian deskriptif analisis yang menggunakan sarana pelaksanaan
survai sebagai teknik pengumpulan data. Kemudian data yang terkumpul dianalisis dan dideskripsikan, selanjutnya hasil-hasil
analisis (dengan menggunakan pendekatan deskriptif analisis), dianalisis ulang dengan menggunakan metode Explanatory Data
Analysis.
C. Metodologi Survai Survai dilakukan dengan menggunakan teknik pembagian kuesioner (daftar pertanyaan)
kepada responden. Responden ditentukan dengan menggunakan teknik multistage random sampling. Dalam penelitian ini digunakan
2 jenis pendekatan dalam pembuatan kuesioner, yaitu pendekatan normatif dan simbolik-interaksionalism. Pendekatan pertama
membangun kuesioner dengan menggunakan teori-teori (hasil penelitian ilmiah di bidang perilaku pemilih) yang telah teruji
sebagai indikator-indikator, yang kemudian indikator ini digunakan sebagai pengarah bentuk-bentuk dan substansi poin-poin
pertanyaan di dalam kuesioner. Kemudian pendekatan simbolik-interaksionism, digunakan untuk menghindari kemungkinan telah
menggumpalnya jenis persepsi perilaku politik tertentu dalam benak responden yang nota bene pemilih dengan menyusun kuesioner
yang tidak langsung mengarah kepada masalah yang diteliti, akan tetapi lebih kepada simbol-simbol tertentu yang mewakili realitas
indikator-indikator penelitian. Disamping tidak tertutup kemungkinan akan dilakukan penjajakan secara partisipatoris dan eksperimental
atau turun langsung ke pengguna atau kelompok masyarakat yang potensial menjadi konsumen.
D. Hal-hal Penting yang akan
terjawab Melalui Pelaksanaan Penelitian ini: 1. Peta persaingan antar perusahaan dengan produk sejenis 2. Faktor-faktor
penting dalam persaingan antar perusahaan dengan produk sejenis 3. Kondisi pasar 4. Competitive Advantage Ratio 5. Benchmarking
konsumen terhadap produk-produk sejenis 6. Faktor-faktor kekuatan dan kelemahan perusahaan pesaing 7. Totalitas eksternalitas
dalam bangunan strategi persaingan perusahaan lawan 8. Pemetaan pola strategi persaingan perusahaan pesaing 9. Simulasi
eksplanatoris terhadap derajat optimal strategi pesaing 10. Competitive Benchmarking atau analisis perbandingan operasi
organisasional perusahaan klien terhadap perusahaan pesaing. 11. Simulasi eksplanatoris persaingan berbasis produk antar
perusahaan produsen produk sejenis 12. Simulasi eksplanatoris persaingan antar perusahaan pesaing menggunakan variabel-variabel
kontrol 13. Simulasi eksplanatoris daya saing 14. Model optimalisasi daya saing
Produk
Paket Penelitian Desain Strategis Persaingan antar Kandidat Kepala Daerah A. Pendahuluan Berlangsungya demokratisasi
di Indonesia, dan telah diplikasikannya otonomi daerah, mengkondisikan tumbuh-suburnya iklim multi partai dalam sistem demokrasi
politik nasional, serta perubahan pola persaingan untuk mendapatkan kekuasaan di daerah antar elite-elite di daerah.
Implikasi
lebih lanjut dari kondisi tersebut, dalam scope lokal, memunculkan beberapa variabel baru yang penting untuk dijadikan masukan
dan bahan pertimbangan, seperti asal daerah/suku para calon kepala daerah, yang menjadi pertimbangan juga bagi partai politik
untuk memilih calon kepala daerah yang harus diusung. secara lebih lanjut hal ini menuntut setiap partai harus siap untuk
bertahan dan mampu mengoptimalkan kinerja dan eksistensinya agar dapat menjadi yang bertahan dan terunggul diantara sekian
banyak partai lainnya, dengan tetap memperhatikan beberapa fenomena baru yang muncul di setiap daerah, berkaitan dengan pemilihan
kepala daerah. Belum lagi setiap musim pemilu tiba, maka akan ada banyak partai baru yang menominasikan diri sebagai peserta.
Ada
banyak teori yang sering digunakan sebagai dasar penjelasan dan kaca mata dalam melihat dan menentukan desain strategis persaingan
antar kandidat kepala daerah, dalam kaitannya dengan pencalonan melalui partai politik, yang paling populer adalah teori mengenai
fungsi partai politik. Sehingga secara mendasar, secara teori diketahui bahwa seorang tokoh atau calon kepala daerah dalam
hubungannya dengan partai adalah optimal kinerjanya (berdampak pada peningkatan prestasi keunggulan) jika mampu mengoptimalkan
fungsi-fungsinya, yaitu; 1. Sosialisasi politik; sejauhmana seorang tokoh mampu mempengaruhi peran partai dalam mengkondisikan
terciptanya pembentukan sikap dan orientasi politik warga masyarakat. 2. Rekrutmen politik; sejauhmana seorang tokoh mampu
mempengaruhi peran partai untuk mampu mengkondisikan terciptanya pemilihan serta pengangkatan seseorang atau sekelompok orang
untuk melaksanakan sejumlah peranan dalam sistem politik pada umumnya dan pemerintahan pada khususnya. 3. Partisipasi politik;
sejauhmana seorang tokoh mampu mempengaruhi peran partai dalam melibatkan masyarakat biasa dalam mempengaruhi proses pembuatan
dan pelaksanaan kebijakan umum dan dalam ikut menentukan pemimpin pemerintahan. 4. Pemandu kepentingan; sejauhmana seorang
tokoh mampu mempengaruhi peran partai dalam menampung, menganalisis, dan memadukan berbagai kepentingan yang berbeda bahkan
bertentangan menjadi beberapa alternatif kebijakan umum, kemudian diperjuangkan dalam proses pembuatan dan pelaksanaan keputusan
politik. 5. Komunikasi politik; sejauh mana seorang tokoh yang dicalonkan mampu mempengaruhi peran partai dalam mengkondisikan
terciptanya penyampaian informasi politik kepada masyarakat tentang profil, visi-misi, nilai lebihnya dari pesaing lain serta
backgroundnya. 6. Pengendalian konflik; sejauhmana seorang tokoh yang dicalonkan mampu mempengaruhi peran partai dalam
mengendalikan konflik melalui dialog dengan pihak-pihak yang berkonflik.
Tapi terlepas dari semua itu, dalam paket
penelitian ini digunakan pendekatan strategis (pencarian keunggulan) dan sibernetis (kontrol variabel untuk mempengaruhi peristiwa),
karena tujuan utama dari pelaksanaan paket penelitian ini adalah untuk menjawab pertanyaan klien; "Bagaimana peta persaingan
antara kandidat kepala daerah, apa saja partai favorit masyarakat dan faktor penyebabnya, faktor-faktor kelemahan dan kekuatan
seluruh calon yang ada beserta rankignya, dan yang terpenting bagaimana dan apa yang harus dilakukan serang kandidat kepala
daerah secara pribadi atau melalui partai untuk dapat mempengaruhi konstelasi persaingan antar kandidat kepala daerah, atau
bagaimana dan apa yang harus dilakukan seorang kandidat kepala daerah agar dapat menjadi unggul dan yang terunggul, apa saja
kebutuhan untuk pengkondisian ini, dan memakan berapa lama waktu dan biaya?"
B. Metode Penelitian Dalam
paket penelitian ini digunakan metode penelitian deskriptif analisis yang menggunakan sarana pelaksanaan survai sebagai teknik
pengumpulan data. Kemudian data yang terkumpul dianalisis dan dideskripsikan, selanjutnya hasil-hasil analisis (dengan menggunakan
pendekatan deskriptif analisis), dianalisis ulang dengan menggunakan metode Explanatory Data Analysis.
C. Metodologi
Survai Survai dilakukan dengan menggunakan teknik pembagian kuesioner (daftar pertanyaan) kepada responden. Responden ditentukan
dengan menggunakan teknik multistage random sampling. Dalam penelitian ini digunakan 2 jenis pendekatan dalam pembuatan
kuesioner, yaitu pendekatan normatif dan simbolik-interaksionalism. Pendekatan pertama membangun kuesioner dengan menggunakan
teori-teori (hasil penelitian ilmiah di bidang perilaku pemilih) yang telah teruji sebagai indikator-indikator, yang kemudian
indikator ini digunakan sebagai pengarah bentuk-bentuk dan substansi poin-poin pertanyaan di dalam kuesioner. KEmudian pendekatan
simbolik-interaksionism, digunakan untuk menghindari kemungkinan telah menggumpalnya jenis persepsi perilaku politik tertentu
dalam benak responden yang nota bene pemilih dengan menyusun kuesioner yang tidak langsung mengarah kepada masalah yang diteliti,
akan tetapi lebih kepada simbol-simbol tertentu yang mewakili realitas indikator-indikator penelitian.
D. Hal-hal
Penting yang akan terjawab Melalui Pelaksanaan Penelitian ini: 1. Partai dan kandidat kepala daerah Favorit Masyarakat 2. Karakteristik
pemilih berdasarkan partai 3. Karakteristik pemilih berdasarkan ruang 4. Perbandingan ranking antara partai dan kandidat
kepala daerah favorit menurut masyarakat dan menurut hasil pemilu 2004 5. Ranking partai dan kandidat kepala daerah per
ruang 6. Ranking partai dan kandidat kepala daerah dari sudut visi, misi, dan program kerja 7. Faktor-faktor yang menentukan
persepsi pemilih mengenai citra kandidat kepala daerah 8. Faktor-faktor yang menentukan efisiensi dan efektifitas kinerja
tim sukses dan kelembagaan partai dalam mengusung kandidat kepala daerah tertentu 9. Faktor-faktor penting dalam pola hubungan
antara kandidat kepala daerah dan domain calon pemilih. 10. Faktor-faktor penting dalam pola hubungan antara elit partai,
kandidat kepala daerah, dan partai-partai lainnya 11. Faktor-faktor penting dalam pola hubungan antara elit partai, kandidat
kepala daerah, dan anggota dewan 12. Faktor-faktor penting dalam pola hubungan antara kandidat kepala daerah dan kelompok-kelompok
masyarakat 13. Faktor-faktor penting dalam pola hubungan antara kandidat kepala daerah yang diusung dengan konstituen partai
pendukungnya dan partai-partai lainnya 14. Faktor-faktor kekuatan dan kelemahan kandidat kepala daerah berdasarkan ranking
partai yang digunakan dan kandidat kepala daerah 15. Faktor-faktor kekuatan dan kelemahan para kandidat berdasarkan persepsi
pemilih 16. Simulasi hasil analisis eksplanatori persaingan bebas antara kandidat kepala daerah 17. Simulasi eksplanatori
analitik terhadap persaingan kandidat kepala daerah secara terkontrol 18. Simulasi optimalisasi model kinerja tim sukses
dan partai dalam mengusung kandidat kepala daerah berdasarkan perbandingan antara partai-partai 19. Simulasi optimalisasi
model kinerja tim sukses dan partai dalam mengusung kandidat kepala daerah berdasarkan dinamika partai-partai dan persaingan
antar kepala daerah 20. Peta kontrol (prasyarat) bagi kandidat kepala daerah untuk mencapai kondisi optimal dalam persaingan
dengan kandidat lainnya
Produk Paket Penelitian Desain Strategis Optimalisasi Kinerja
Kelembagaan Birokrasi A. Pendahuluan Penerapan kebijakan otonomi daerah telah membawa suasana dan pola-pola hubungan
yang baru dalam interaksi didalam institusi birokrasi, khususnya di daerah-daerah. Implikasi lebih lanjut dari hal ini adalah
semakin tidak optimalnya kinerja kelembagaan birokrasi, khususnya di beberapa lembaga birokrasi yang baru dibentuk paska otda,
dikarenakan perubahan dan pembenahan yang baru dilakukan, serta munculnya sentimen kedaerahan diantara para pegawai di dalam
kelembagaan birokrasi, khususnya yang ada di daerah-daerah. Perubahan dan pembenahan kelembagaan birokrasi ini perlu dilakukan
secara profesional dalam usahanya untuk mendukung kinerja kelembagaan yang profesional dan pelayanan yang baik kepada masyarakat.
B.
Metode Penelitian Dalam paket penelitian ini digunakan metode penelitian deskriptif analisis yang menggunakan sarana pelaksanaan
survai sebagai teknik pengumpulan data. Kemudian data yang terkumpul dianalisis dan dideskripsikan, selanjutnya hasil-hasil
analisis (dengan menggunakan pendekatan deskriptif analisis), dianalisis ulang dengan menggunakan metode Explanatory Data
Analysis.
C. Metodologi Survai Survai dilakukan dengan menggunakan teknik pembagian kuesioner (daftar pertanyaan)
kepada responden. Responden ditentukan dengan menggunakan teknik multistage random sampling. Dalam penelitian ini digunakan
2 jenis pendekatan dalam pembuatan kuesioner, yaitu pendekatan normatif dan simbolik-interaksionalism. Pendekatan pertama
membangun kuesioner dengan menggunakan teori-teori (hasil penelitian ilmiah di bidang perilaku pemilih) yang telah teruji
sebagai indikator-indikator, yang kemudian indikator ini digunakan sebagai pengarah bentuk-bentuk dan substansi poin-poin
pertanyaan di dalam kuesioner. Kemudian pendekatan simbolik-interaksionism, digunakan untuk menghindari kemungkinan telah
menggumpalnya jenis persepsi perilaku politik tertentu dalam benak responden yang nota bene pemilih dengan menyusun kuesioner
yang tidak langsung mengarah kepada masalah yang diteliti, akan tetapi lebih kepada simbol-simbol tertentu yang mewakili realitas
indikator-indikator penelitian.
D. Hal-hal penting yang akan terjawab melalui pelaksanaan penilitian ini : 1. Pola
hubungan antar elemen dalam kelembagaan birokrasi 2. Efektifitas dan efisiensi kinerja kelembagaan birokrasi selama ini 3. Penghambat
efektifitas dan efisiensi pembiayaan program kerja 4. Faktor-faktor penting dalam pola hubungan antara elit di dalam kelembagaan
birokrasi dalam peraihan target kerja 5. Faktor-faktor penting dalam pola hubungan antara pimpinan dengan bawahan di dalam
kelembagaan birokrasi dalam hubungannya dengan upaya peraihan target kerja secara efektif dan efisien 6. Persepsi masyarakat
tentang kinerja kelembagaan 7. Simulasi kondisi (prasyarat) optimalisasi kinerja birokrasi 8. Efektifitas dan efisiensi
pola birokrasi dari aspek pencapaian target kerja dan pembiayaan program. 9. Simulasi dan desain eksprimental optimalisasi
model kinerja kelembagaan birokrasi menggunakan variabel kontrol 10. Simulasi hasil analisis eksplanatori optimalisasi
kinerja kelembagaan
|